Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 26 September 2012

keterbukaan


“karna kamu ga pernah ngerrtiin aku, kamu ga pernah ngehargain aku”
“kenapa kamu ga pernah bilang dari dulu? Kenapa kamu ga TERBUKA?”
fightin.jpgYap, kira2 seperti itu kalimat yang diutarakan saat hubungan sudah di ujung tanduk.
KETERBUKAAN, keyword yang sampai saat ini masih menjadi pertanyaan tak langsung bagi mereka yang berada dalam suatu hubungan. Pentingkah suatu keterbukaan itu? Keterbukaan disini menyangkut sikap, perasaan, keinginan, serta harapan kita mengenai pasangan kita. Kebanyakan mereka yang menjalani suatu hubungan lebih menjaga perasaan pasangan mereka dengan melenyapkan apa yang menjadi bagian dari dirinya dan menggantinya dengan apa yang diinginkan oleh pasangannya. Apakah itu yang dinamakan keterbukaan? Jadi, apa sebenarnya arti keterbukaan sendiri??
Pada kasus yang sering muncul, keterbukaan dapat memicu suatu kerenggangan. Kejujuran yang diutarakan individu kepada pasangannya (biasanya membongkar hal negatif) sulit dapat diterima, ketidaksejalanan pandangan dan perbedaan pola pikir menjadi penyebab munculnya pertentangan yang dapat mengancam kelangsungan suatu hubungan. Faktor kedewasaan dibutuhkan dalam hal ini. Kedewasaan tidak didasarkan pada umur, karena kedewasaan memiliki sifat yang relatif dipengaruhi oleh keadaan psikologi dan lingkungan, terutama keluarganya.
Sebenarnya, perbedaan yang ada bisa menjadi suatu kunci kesuksesan suatu hubungan, dimana individu yang satu dapat menerima dan melengkapi kekurangan individu lainnya. Suatu kebutuhan yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tiap individu selain kebutuhan biologisnya. Setiap manusia butuh diterima, mereka memiliki rasa ingin dicintai dan mencintai, kebutuhan rasa aman, serta kebutuhan aktualisasi diri, dimana semuanya memiliki keterkaitan dan keseimbangan antara pemenuhan yang satu dengan yang lain.
Lalu bagaimana dengan pertentangan yang disebabkan oleh adanya suatu keterbukaan? Kebanyakan orang yang dihadapkan pada masalah seperti ini akan mengatakan bahwa setiap orang harus menerima setiap kritikan, terutama kritikan yang membangun, yang membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Namun sudahkah kita terapkan dalam kehidupan yang sebenarnya? Sulitkah? Memang sulit, karena setiap orang memiliki rasa keegoisan. Pada awalnya, mungkin kritikan yang datang (terutama kritikan negatif) akan membuat kita merasa kecewa, menganggap apa yang kita lakukan selama ini sia2, tapi ingat !! hal itu tidak boleh membuat kita berlarut-larut dan terpuruk karenanya. Kita bisa mulai menanggapinya dengan hal positif, misalnya mulai mengintrospeksi diri, mengevaluasi sikap dan tingkah laku kita selama ini.
Jadi, keterbukaan dalam suatu hubungan itu ternyata perlu. Namun dengan cara menyikapi yang benar, misalnya mengenai sikap, kita bisa mulai dengan tidak langsung memikirkan hal2 negatif dan terlalu jauh, itu hanya akan membuang-buang waktu dan emosi kita, cobalah dengan mengintrospeksi diri. Lalu mengenai harapan kepada pasangan, setiap manusia pasti ingin memiliki pasangan yang sempurna, namun kembali lagi bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Sikap menerima dapat membuat kita membantu pasangan kita dalam memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan untuk diterima, menjaga perasaan dan perkataan itu perlu, namun tidak menjadi topeng tetapi tetap bersikap apa adanya dan menjadi diri sendiri. Jangan terlalu banyak menuntut oranglain untuk menjadi seperti yang kita inginkan, lebih baik membuat diri kita menjadi pribadi yang menarik yang diinginkan oleh orang lain. Dewasa dalam menyikapi setiap masalah yang ada, dan yang terpenting adalah rekonsilasi (komunikasi) sehingga ada rasa saling mengerti satu sama lain.
Rasa sayang adalah suatu perasaan dimana seseorang dapat menerima segala kekurangan dan kelebihan orang lain. Rasa sayang ada bukan hanya jika orang lain juga mencintai kita namun ada walaupun orang lain tidak menyayangi kita atau bahkan mengacuhkan kita. Rasa sayang yang tulus datang tanpa sebab, jika dengan sebab sama saja kita menyayangi orang lain karena sesuatu yang ada dalam dirinya (sayang dengan syarat), jika sesuatu itu menghilang apa mungkin kita masih bisa mempertahankan rasa sayang kita? Relatif ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar