Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 26 Maret 2013

TEORI KEPERAWATAN MENURUT VIRGINIA AVENUE HENDERSON (ACTIVITY OF LIVING)


Pada tahun 1955 muncul definisi tentang profesi keperawatan dari ANA (American Nurse Association) sebagai berikut :
“Profesi keperawatan diartikan sebagai suatu tindakan untuk melengkapi beberapa tindakan dari tim kesehatan, antara lain: dalam mengobservasi, melakukan perawatan, memberikan nasehat/anjuran bagi yang sakit, terluka atau yang lemah, mencegah dari tertularnya penyakit lain, serta membantu dalam pemeliharaan status kesehatannya. Disamping itu profesi ini juga bertugas membina dan membimbing petugas lainnya, termasuk dalam pemberian pengobatan kepada pasien (sebagai tugas kolaboratif/limpahan). Oleh karena itu dalam bekerja diperlukan keahlian khusus yang termasuk di dalamnya adalah ilmu biologi, fisika, dan ilmu sosial; serta aplikasinya yang juga perlu digali lebih dalam untuk menambah wawasan dalam menegakan diagnosa keperawatan atau membantu dalam pemberian terapi atau ukuran-ukuran lain yang perlu koreksi”
Pada tahun 1955, definisi keperawatan yang pertama dari Henderson dipublikasikan dalam revisi buku keperawatan Bertha Harmer, sebagai berikut :
“keperawatan yang utamanya adalah membantu individu baik sakit ataupun sehat dengan tindakan-tindakan yang memberikan kontribusi bagi kesehatan atau kesembuhan, atau bahkan suatu kematian yang didorong dengan kekuatan, keinginan, dan pengetahuan. Keperawatan merupakan kontribusi yang bersifat unik untuk membantu individu agar mandiri dengan memberikan bantuan seperlunya.”
Pada tahun 1966, Henderson menyatakan pendapatnya mengenai definisi keperawatan yang dipublikasikan oleh “The Nature of Nursing”, dan pendapatnya tersebut dipandang sebagai kristalisasi dari ide-idenya, yaitu sebagi berikut :
“fungsi unik perawat adalah membantu individu baik sehat, maupun sakit dengan tindakan-tindakan yang memberikan kontribusi bagi kesehatan atau penyembuhan, atau untuk memperoleh kematian dengan damai, dan harus dilakukannya tanpa bantuan, sehingga sangat membutuhan kekuatan, kemauan, serta pengetahuan. Untuk dapat melakukan hal tersebut, maka dapat dilakukan berbagai cara agar dapat mempercepat kemandirian pasien sesegera mungkin.”
Ia menyatakan bahwa definisi keperawatan harus menyertakan prinsip kesetimbangan fisiologis. Definisi ini dipengaruhi oleh persahabatan Henderson dengan seorang ahli fisiologis bernama Stackpole
Menurut Henderson, ke-14 kebutuhan dasar yang harus menjadi fokus tersebut dipengaruhi oleh :
1.    Usia
2.    Kondisi emosional (mood & temperamen)
3.    Latar belakang sosial dan budaya
4.    Kondisi fisik dan mental, termasuk berat badan, kemampuan dan ketidakmampuan sensorik & lakomotif, dan status mental.
Perencanaan yang cermat akan mengklarifikasikan hal-hal berikut :
1.    Urutan aktifitas yang harus dilakukan
2.    Aktifitas perawat yang harus dan tidak boleh dilakukan
3.    Perubahan-perubahan yang telah dibuat.
Sebagai ringkasannya, prinsip-prinsip dasar dari model Henderson adalah sebagai berikut :
1.    Fungsi unik dari perawat
2.    Upaya pasien kearah kemandirian
3.    Asuhan keperawatan dasar berdasarkan kebutuhan dasar manusia
4.    Perencanaan yang akan diberikan
Prinsip-prinsip dasar tersebut menandai era baru bagi keperawatan. Secara umum, aktifitas keperawatan harus didukung atau ditentukan oleh tindakan terapeutik dokter.
Konsep utama dalam teori Henderson mencakup manusia, keperawatan, kesehatan, dan lingkungan.
1.         Manusia
Henderson memandang manusia sebagai makhluk yang utuh, lengkap, dan mandiri yang memiliki 14 kebutuhan dasar sebagai berikut :
1.      Bernafas normal
2.      Makan dan minum derngan cukup
3.      Membuang kotoran tubuh (eliminasi)
4.      Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan
5.      Tidur dan istirahat
6.      Memilih pakaian yang sesuai
7.      Menjaga suhu badan tetap dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian dan mengubah lingkungan
8.      Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat dengan baik dan melindungi integumen
9.      Menghindar dari bahaya dalam lingkungan dan yang bisa melukai
10.  Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kebutuhan, rasa takut atau pendapat
11.  Beribadah sesuai dengan keyakinan seseorang
12.  Bekerja dengan sesuatu cara yang mengandung unsur prestasi
13.  Bermain atau terlibat dalam beragam bentuk rekreasi
14.  Belajar, mengetahui atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada prkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas-fasilitas kesehatan yang tersedia. (Marriner Ann, 1986)

Henderson juga memandang manusia (klien)  sebagai individu yang membutuhkan bantuan untuk meraih  kemandirian, kesehatan atau kematian yang damai. Henderson menganggap manusia dan keluarga merupakan satu kesatuan.  Manusia juga harus selalu menjaga keseimbangan fisiologis dan emosionalnya. (KDIK, 2001)
Henderson juga menyatakan bahwa pikiran dan tubuh manusia tidak dapat dipisahkan satu sama lain (inseparable). Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari pertumbuhan dan perkembangan daalam rentang kehidupan. Dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan dan kesehatan. Dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari individu dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktifitas, belum dapat melaksanakan aktifitas dan tidak dapat melakukan aktifitas.
2.         Keperawatan
Perawat mempunyai fungsi unik untuk membantu individu, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Sebagai anggota tim kesehatan, perawat mempunyai fungsi independence di dalam penanganan perawatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia. Untuk menjalankan fungsinya, perawat harus memiliki pengetahuan biologis maupun sosial.
Perawat membutuhkan berbagai macam pendidikan yang di dalam masyarakat kita hanya tersedia di lembaga atau unversitas. Dia juga  cenderung menekankan agar perawat dalam bertugas selalu berusaha mendorong menjaga kesehatannya dan melindungi diri dari penyakit. Dia merupakan satu-satunya orang yang pertama kali meyakini bahwa perawat membutuhkan suatu bentuk pendidikan liberal termasuk ilmu pengetahuan, ilmu sosial, dan kemanusiaan.
Dalam hal ini klien dianggap sebagai tokoh utama dan menyadari bahwa tim kesehatan pada pokoknya adalah membantu tokoh utama tadi. Usaha perawat menjadi sia-sia bila klien tidak mengerti, tidak menerima atau menolak atas asuhan keperawatan, karenanya jangan sampai muncul klien tergaantung pada perawat atau tim kesehatan. Jadi pada dasarnya tanggung jawab seorang perawat adalah menolong klien dalam membantu klien dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dia lakukan tanpa bantuan.
Perawat dapat melakukan beberapa hal yang dapat membantu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan klien, diantaranya :
1.                 menciptakan rasa kekeluargaan dengan klien
2.                Berusaha mengerti maksud klien
3.                Berusaha untuk selalu peka terhadap ekspresi non verbal
4.                Berusaha mendorong klien untuk mengekspresikan perasaannya
5.                Berusaha mengenal dan menghargai klien.
Perawat harus menerapkan responsibilitas dalam melakukan investigasi pada praktik keperawatan. Fungsi perawat adalah mandiri, terpisah dari dokter, tetapi mendukung program-program dokter. Perawat harus dapat mengkaji kebutuhan dasar manusia, keempat belas komponen dasar kebutuhan manusia harus dapat tercover semua oleh fungsi perawat, perawat harus tahu tentang kebiasaan sosial dan praktik keagamaan untuk memperkirakan adanya bahaya.
3.    Kesehatan
Henderson memandang kesehatan sebagai kemampuan individu untuk memenuhi empat belas komponen kebutuhan dasar manusia tanpa bantuan. Kesehatan adalah kualitas kehidupan dasar untuk berfungsi dan memerlukan kemandirian dan saling ketergantungan.
Sehat adalah kualitas hidup yang menjadi dasar seseorang dapat berfungsi bagi kemanusiaan. Memperoleh kesehatan lebih penting daripada mengobati penyakit. Untuk mencapai kondisi sehat, diperlukan kemandirian dan saling ketergantungan. Individu akan meraih atau mempertahankan kesehatan bila mereka memiliki kekuatan, kehendak, serta pengetahuan yang cukup. Kesehatan adalah dasar dari fungsimanusia.
4.    Lingkungan
Henderson tidak memberikan definisi sendiri untuk lingkungan ini.  Dalam mendefinisikan lingkungan, Henderson mengambil pengertian lingkungan dari Webster’s New Collegiate Dictionary dimana yang dimaksud dengan lingkungan adalah kumpulan semua kondisi eksternal dan pengaruh-pengaruhnya yang berdampak pada kehidupan dan perkembangan organisme. Pada individu yang sehat seharusnya memiliki kemampuan untuk mengontrol lingkunganya, tetapi kondisi sakit dapat mengganggu kemampuan tersebut. (Marriner Ann, 1986).
 Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan aspek lingkungan.
a.     Individu yang sehat mampu mengontrol lingkungan mereka, namun kondisi sakit akan menghambat kemampuan tersebut.
b.    Perawat harus mampu melindungi pasien dari cedera mekanis.
c.     Perawat harus memiliki pengetahuan tentang keamanan lingkungan.
d.    Dokter menggunakan hasil observasi dan penilaian perawat sebagai dasar dalam memberikan resep.
e.     Perawat harus meminimalkan peluang terjadinya luka melalui saran-saran tentang konstruksi bangunan dan pemeliharaannya.
f.     Perawat harus mampu memberikan pendidikan kesehatan
g.    Dokter menggunakan hasil kerja perawat untuk menentukan tindakan terbaik dalam mencegah kecacatan

Dalam pemberian layanan kepada klien, terjalin hubungan antara perawat dan klien. Menurut Henderson, hubungan perawat-klien terbagi dalam tiga tingkatan, mulai dari hubungan sangat bergantung hingga hubungan sangat mandiri.
1.    Perawat sebagai pengganti (substitute) bagi pasien
2.    Perawat sebagai penolong (helper) bagi pasien
3.    Perawat sebagai mitra (partner) bagi pasien
Pada situasi pasien yang gawat, perawat berperan sebagai pengganti (substitute) di dalam memenuhi kekurangan pasien akibat kekuatan fisik, kemampuan, atau kemauan pasien yang berkurang. Disini perawat berfungsi untuk “melengkapinya”. Henderson melukiskan pandangan ini ketika ia mengatakan bahwa perawat adalah kesadaran dari yang tidak sadar, kehidupn dari yang bunuh diri, kaki dari yang diamputasi, mata bagi yang baru saja buta, alat bergerak bagi bayi, pengetahuan dan percaya diri bagi ibu muda, penyambung lidah bagi yang terlalu lemah atau menarik diri untuk bicara. Setelah kondisi gawat berlalu dan pasien berada pada fase pemulihan, perawat berperan sebagai penolong (helper) untuk menolong atau membantu paasien mendapatkan kembali kemandiriannya. Kemandirian ini sifatnya relatif, sebab tidak ada satu pun manusia yang tidak bergantung pada orang lain. Meskipun demikian, perawat berusaha keras saling bergantung demi mewujudkan kesehatan pasien. Sebagai mitra (partner), perawat dan pasien bersama-sama merumuskan rencana perawatan bagi pasien. Meski diagnosisnya berbeda, setiap pasien tetap memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Hanya saja, kebutuhan dasar tersebut dimodifikasi berdasarkan kondisi patologis dan faktor lainnya, seperti usia, tabiat, kondisi emosional, status sosial atau budaya, serta kekuatan fisik dan intelektual.. 
     Kaitannya dengan hubungan perawat-dokter, Henderson berpendapat bahwa perawat tidak boleh selalu tunduk mengikuti perintah dokter. Henderson sendiri mempertanyakan filosofi yang membolehkan seorang dokter memberi perintah kepada pasien atau tenaga kesehatan lainnya. Tugas perawat adalah membantu pasien dalam melakukan manajemen kesehatan ketika tidak ada tenaga dokter. Rencana perawatan yang dirumuskan oleh perawat dan pasien harus dijalankan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rencana pengobatan yang ditentukan oleh dokter. Hubungan perawat-pasien-dokter menurut Henderson dapat digambarkan sebagi berikut.
Pekerjaan perawat saling tergantung dengan pekerjaan profesi lain, sehingga perawat dan anggota tim lainnya harus saling membantu menjalankan program masing-masing, tetapi sebaiknya tidak melakukan pekerjaan milik orang lain. Henderson menggambarkan fungsi masing-masing profesi kesehatan dan keluarga sebagai suatu irisan dalam suatu lingkaran, besarnya ukuran dari irisan tersebut sangat tergantung pada apa yang dibutuhkan klien, dan karenanya besarnya ukuran irisan tersebut akan berubah sesuai dengan kemajuan kondisi klien. Yang menjadi tujuan disini adalah dimana semakin lama, porsi irisan untuk keluarga dan klien  akan semakin besar atau bahkan seluruh lingkaran tersebut.  Yang artinya dengan kondisi yang demikian berarti bahwa klien dan keluarga akan semakin mandiri dalam membantu dan memelihara kesehatannya sendiri. (Marriner Ann, 1986)
1.           Pengkajian
Yang perlu dikaji adalah :
·         Core (inti) – data pasien yang terdiri dari : umur, pendidikan, jenis kelamin, agama, nilai-nilai keyakinan serta riwayat timbulnya penyakit.
·         14 komponen kebutuhan dasar manusia
Terdapat suatu masalah dalam proses perawatan. Penilaian nyata terhadap proses perawatan tergantung pada pemahaman seseorang, interpretasi, perpaduan, dan penggunaannya. Walaupun definisi dan penjelasan Henderson mengenai keperawatan tidak secara langsung sesuai dengan langkah - langkah dalam proses perawatan, tetapi terdapat hubungan antara kedua hal tersebut. Menurut Henderson, perawat harus memiliki pengetahuan mengenai apa yang disebut normal dalam kesehatan dan adanya penyakit. Berdasarkan pengetahuan ilmiah ini, perawat dapat mengambil kesimpulan dari data-data yang ada. Henderson menyatakan, bahwa, keperawatan dibutuhkan oleh individu yang dipengaruhi oleh usia, latar belakang budaya, keseimbangan emosional,dan kapasitas fisik, serta intelektualnya. Semua ini akan dipertimbangkan dalam mengevaluasi hasil perawatan yang dibutuhkan oleh pasien.
2.      Diagnosa keperawatan
Analisa data didasarkan pada faktor-faktor di atas, kemudian hasil analisa tersebut dipergunakan untuk menentukan diagnosa keperawatan.Henderson tidak secara spesifik membahas mengenai diagnosa keperawatan ini, dia lebih yakin dokterlah yang akan membuat diagnosa, dan perawat melakukan tindakan-tindakan atas dasr diagnosa tersebut. Diagnosa Keperawatan berhubungan dengan Bagaimana mengidentifikasi kemampuan individu untuk menentukan kebutuhannya dengan atau tanpa bantuan yang turut memperhitungkan kemampuan, keinginan, dan pemgetahuan. Berdasarkan pada data - data yang tersedia, dan analisa terhadap data tersebut, perawat dapat mengidentifikasi secara aktual berbagai masalah, seperti pernafasan yang tidak normal. Sebagai tambahannya, juga masalah-masalah potensial lainnya dapat teridentifikasi.
3.      Perencanaan keperawatan
Setelah diagnosa keperawatan dibuat, maka selanjutnya perawat akan menyusun rencana perawatan. Berdasarkan rencana perawatan ini, Henderson menyatakan dengan rencana perawatan ini, maka perawatan yang efektif dapat direncanakan lebih baik. Suatu rencana yang tertulis akan mendorong munculnya ide-ide tentang kebutuhan individu, kecali jika terdapat aturan-aturan lain yang harus dilakukan oleh individu tersebut secara rutin. Tidak terlaksananya perencanaan daapat dipengaruhi oleh anggota keluarga lainnya. Selanjutnya suatu rencana perawatan membutuhkan modifikasi secara berkesinambungan yang didasarkan pada kebutuhan individu. Henderson menyarankan penulisan rencana perawatan dapat diikuti dengan kebutuhan perawatan secara bertahap. Dia menekankan bahwa perawatan harus selalu disusun sesuai dengan kebutuhan individu, dan rencana terapi dari dokter. Henderson menggaris-bawahi tahap-tahap perencanaan sebagai jalan untuk membuat rencana bagi pemenuhan kebutuhan individu. Perencanaan yang selalu diperbaharui harus didasarkan pada kebutuhan kebutuhan individu tersebut, lebih dispesifikan, dan dapat diimplementasikan, serta disesuaikan dengan adanya terapi medis. Perencanaan perawatan yang ditulis, intinya adalah hasil dari identifikasi kebutuhan perawatan dari individu. Walaupun Henderson tidak menggunakan istilahistilah seperti saat ini, tetapi intinya adalah sama.
4.      Implementasi keperawatan
Implementasi sesuai dengan perencanaan keperawatan yang dibuat. Bagi Henderson, implementasi keperawatan harus tertuju pada bantuan terhadap kebutuhan pasien sesuai dengan kebutuhan 14 komponen tersebut di atas. Sebagai contoh: dalam membantu individu terhadap kebutuhan istirahat dan tidur, perawat akan mencoba untuk lebih mengetahui metoda-metoda dalam membujuk pasien untuk beristirahat dan tidur sebelum diberikan obat-obatan. Henderson menyimpulkan: “ Saya memandang keperawatan terutama adalah sebagai pelengkap dalam memenuhi kebutuhan pasien melalui pengetahuan, keinginan, dan kekuatan untuk melakukan aktifitas sehari-hari, serta untuk melakukan berbagai tindakan / perlakuan terhadap pasien tersebut sesuai dengan terapi medik”. Dia juga menyatakan, bahwa fungsi utama dari perawat ini tentu saja harus dilakukan untuk mendukung rencana terapi medis, sehingga perawat perlu melakukan tidakan – tindakanyang disarankan medis dalam perawatan. Aspek implementasi penting lainnya dalam pembahasan Henderson adalah hubungan antara perawat dan pasien . Perawat harus menjadi pihak luar yang memahami kebutuhan pasien dan memberikan ukuran-ukuran bagi pemenuhan ukuran tersebut . Henderson juga berbicara mengenai kualitas dari keperawatan; perawat yang berkompeten akan menggunakan proses interpersonal dan prediksi-prediksi selama memberikan perawatan .
5.      Evaluasi keperawatan
Henderson mendasarkan evaluasi terhadap setiap perawat didasarkan pada kecepatan atau derajatnya dalam mendorong kegiatan pasien secara independent kembali seperti hari-hari normal.
Hal ini disebutkan dalam definisi dan fungsi yang unik dari perawat. Untuk tujuan evaluasi, perubahan pada level fungsi kebutuhan individu juga harus diamati dan diperhitungkan . Sebuah data perbandingan mengenai kemampuan fungsional individu dilakukan sebelum dan sesudah proses perwatan.
1.                   Kelebihan
·         Henderson adalah ahli teori keperawatan yang memberi pengaruh besar pada keperawatan sebagai profesi yang mendunia. Henderson adalah orang pertama yang mencari fungsi unik dari profesi perawat.
·         Teori Henderson didasari oleh keanekaragaman pengalaman yang ia miliki selama karir keperawatannya, bukan teori / model yang abstrak semata.
·         Henderson mendefinisika profesi keperawatan: bahwa profesi keperawatan adalah profesi yang mandiri yang tidak hanya tergantung pada instruksi dokter.
·         Asumsi Henderson mempunyai validitas karena mempunyai keserasian dengan riset ilmuan dibidang yang lain seperti konsep Maslow.
2.                   Kekurangan

  • ·         Pandangan dan pendapatnya hanya berfokus pada satu pihak yaitu pada penyembuhan fisik semata atau pada upaya memandirikan pasien.
  • Teori kurang pragmatis.

1 komentar: